Cari Blog Ini

Kamis, 27 Desember 2018

Menulis?

Menulis, bagiku merupakan tempat terindah untuk mencurahkan segala keluh kesahku selama ini. Tidak peduli apakah tulisanku ini akan mampu mengubah segala hati yang telah membatu.
Menulis, bagiku merupakan sebuah substansi yang tak mampu lepas dari segala ide-ide liar di dalam benakku. Mencoba terus menikmati ide-ide yang lahir tak biasa sampai tak terduga.
Menulis, dengan segala guratan dan coretan, menghapus segala macam kebencian dan kekesalanku terhadap dunia fana ini. Mencoba mengukir cerita-cerita yang mampu menjadi sebuah legenda tak terlepas dari waktu yang terus bergulir.

Pada akhirnya, Allah yang akan menentukan tulisan abadi dalam Lauh Mahfudz. Segala hati yang membatu akan segera mengeras atau melapuk. Segala ide yang keluar akan segera terwujud atau menyimpan sebuah konsep. Segala cerita-cerita ini akan menjadi sebuah cara kecil untuk mewarnai ufuk-ufuk kegelapan dan kesuraman.

Menulis bukan untuk membenci. Menulis hanyalah sarana kecil untuk berubah menjadi lebih baik. Biarkanlah semesta terus membaca dan melantukan tulisanmu, dan Allah akan selalu mendengar segala jeritan hatimu.

#SupportInitiator
#UnifyingUniverse


=====
Jangan lupa add akunku yang lainnya ya =)
FB: facebook.com/ridhospasop
Fanpage: facebook.com/ridhopasopati
Twitter: twitter.com/ridhos_pasop
Ask.fm: ask.fm/ridhos_pasop
Instagram: instagram.com/ridhos_pasop
Line: @ridhos_pasop
OA: @yjs6997c

Blog: ridhospasop.blogspot.com
Project: rhotchiproduction.blogspot.com

Senin, 24 Desember 2018

Jutaan Asa Mewarnai Semesta

"Ribuan mimpimu akan kuwujudkan dengan ribuan caraku menghasilkan jutaan cahaya yang menghias angkasa." - Amri

Cerita ini diatur pada tahun 2029 di negara Kagan, negara dengan sumber daya yang melimpah namun kalah dalam teknologi untuk mengelola negaranya. Dua bersaudara kembar, Amir dan Amri, adalah salah dua dari mahasiswa yang beruntung menuntaskan pendidikan awal (setara sarjana) di universitas dengan cepat. Mereka berdua sangat mirip. Namun, keduanya dibedakan oleh idealisme. Amir adalah seorang jenius yang ingin menciptakan teknologi otomatis dan riset sehingga ia memilih untuk mengambil kuliah lanjutan (setara magister). Berbeda dengan Amir, Amri adalah seorang jenius yang memiliki kecakapan tinggi dengan teknologi sehingga dia memilih untuk bekerja pada perusahaan di bidang produksi teknologi. Meskipun mereka berdua memiliki ketertarikan pada teknologi, mereka memiliki satu tujuan yang sama: membangun negara Kagan menjadi negara paling maju.

Cerita ini dimulai dari obrolan Amri kepada Amir, "untuk apa kamu menggantungkan mimpi di angkasa jika kamu tidak memiliki angkasa?" Hubungan saudara antarkeduanya pun lenyap. Amir memilih untuk mencari cara agar semua mimpinya dapat terwujud, sedangkan Amri memilih untuk mencari mimpi agar semua caranya terwujud. Di masa perkuliahan lanjutnya, Amir bertemu dengan calon pemimpin, calon penulis, calon teknisi, calon riset, dan bahkan dia bertemu dengan sahabat karibnya yang memiliki ketertarikan yang sama, Krudgar. Sedangkan Amri bertemu dengan rekan kerjanya yang mulai tidak menyukai kerja di perusahaan yang ia tempati. Semuanya berubah ketika Amri mengetahui bahwa Amir telah menjadi bintang di langit. Dia pun menemukan buku catatan peninggalan Amir.

Apakah Amir pergi karena usia? Keputusan apa yang dilakukan Amri setelahnya?

Bismillah semoga novel ini bisa terwujud. Dukungan dan doa dari teman-teman semuanya dapat mempermudah pembuatan novel ini. Beberapa preview akan ditulis pada blog saya, yaitu ridhopasopati.wordpress.com atau ridhospasop.blogspot.com

Semoga novel saya menginspirasi teman-teman semuanya. #UnifyingUniverse
#SupportInitiator

Note: masih dibutuhkan orang yang bisa bikin cover novel.

Bingung?